5 Jenis Infeksi pada Anak Paling Banyak Terjadi

Website Biogesic Indonesia
5 Jenis Infeksi pada Anak Paling Banyak Terjadi
11 July 2022
5 Jenis Infeksi pada Anak Paling Banyak Terjadi

Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa, umumnya masih terus berkembang dan belum kuat sehingga berisiko infeksi lebih tinggi. Selain itu, jenis infeksi pada anak juga dipengaruhi oleh faktor kebersihan. Semakin rendah kebersihan lingkungannya, semakin tinggi terkena berbagai macam penyakit infeksi. Beberapa organisme seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit menyerang dan masuk ke dalam tubuh Si Kecil. Moms perlu mengetahui di antaranya berikut ini:

 

  1. Cacar air yang mudah menular

Penyakit infeksi pada anak yang satu ini disebabkan oleh virus, merupakan penyakit yang menular khususnya pada anak yang belum pernah terkena cacar air. Virus penyebab cacar air bisa menyebar melalui batuk atau kontak langsung dengan cairan dalam lepuh atau bintik-bintik merah yang muncul di kulit. Secara umum gejalanya pada anak muncul 11-20 hari setelah paparan atau setelah anak berinteraksi dengan orang lain yang terkena cacar air. Muncul berupa bintik-bintik merah kecil di tubuh anak, terutama dada, punggung, kepala, atau leher, yang diikuti dengan demam dan badan lemas. Si Kecil perlu beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke orang sekitarnya. Moms perlu memberikan paracetamol untuk meredakan demam pada anak dan losion calamine untuk mengurangi gatalnya. Jangan lupa perbanyak minum air putih, hindari menggaruk area yang gatal, serta pakaikan baju yang longgar agar Si Kecil merasa nyaman.

 

  1. Cacingan akibat kurang menjaga kebersihan

Di Indonesia, penyakit cacingan pada anak sering terjadi akibat infeksi cacing gelang, tambang, atau cambuk. Bisa terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan seperti memegang makanan dan makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu setelah bermain di luar rumah, atau kebiasaan bermain di luar rumah tanpa alas kaki. Pada beberapa anak tidak ada gejala, tapi biasanya terjadi juga gejala sering bagian anus, sakit perut, demam, tidak nafsu makan, berat badan turun, hingga adanya cacing pada feses anak. Moms perlu mengatasinya dengan obat cacing, seperti albendazol atau mebendazol sampai 3 hari atau lebih, tergantung jenis cacing yang menginfeksi anak. Ingatlah untuk selalu rutin membersihkan rumah serta membiasakan anak untuk rutin mencuci tangan pakai sabun.

 

  1. Influenza anak yang sering terjadi

Sering terjadi juga pada orang dewasa, penularan virus influenza pada anak biasanya terjadi melalui udara saat penderitanya bersin atau batuk. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung atau kontak dengan benda yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi. Gejala biasanya muncul satu sampai tiga hari setelah terpapar, seperti demam, batuk, menggigil, sakit kepala, maupun nyeri otot. Sebenarnya saat terjadi, influenza bisa sembuh dengan hanya beristirahat serta minum obat pereda nyeri untuk meredakan gejala. Atau Moms dapat juga memberikan Paracetamol sebagai pertolongan pertama untuk meredakan demam jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan dosis dan obat yang mengandung Paracetamol. Pastikan obat tersebut diformulasi khusus untuk anak. Apabila dirasa butuh mengonsumsi obat antivirus, harus dengan resep dokter. Biasakan pada Si Kecil untuk menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku atau tisu, jangan lupa juga untuk rutin mencuci tangan pakai sabun.

 

  1. Demam berdarah akibat virus dari nyamuk

Penyakit yang satu ini sering terjadi karena Indonesia merupakan negara tropis, banyak nyamuk yang menjadi perantara virus bisa masuk ke tubuh manusia. Meski sebagian besar kasusnya ringan dan dapat pulih dalam waktu seminggu, demam berdarah pada anak tidak bisa dianggap sepele karena ada fase yang berbahaya mengancam keselamatan jiwa. Berbagai gejala yang biasanya terjadi antara lain demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, maul dan muntah, ruam seluruh tubuh, nyeri otot, sakit kepala intens, mengalami mimisan atau gusi berdarah. Demam berdarah sebenarnya bisa teratasi dengan istirahat dan minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Namun bila memang gejalanya parah, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih terpercaya.

 

  1. Pneumonia yang menyerang paru-paru

Inilah penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan bakteri atau virus, sering terjadi pada balita atau anak berusia di bawah lima tahun. Penyakit infeksi ini bisa bergejala ringan atau bahkan cukup serius. Gejala tersebut antara lain demam, kelelahan, sesak napas, tidak nafsu makan, dan batuk. Pada pneumonia akibat infeksi bakteri perlu ditangani dengan pemberian obat antibiotik. Sementara itu, untuk pneumonia akibat infeksi virus, tidak ada pengobatan khusus yang tersedia, dan seringkali sembuh dengan sendirinya. Si Kecil perlu beristirahat, minum banyak air putih, serta mengonsumsi obat pereda demam. Pada beberapa kasus serius, perlu rawat inap di rumah sakit.

 

Itulah jenis infeksi pada anak yang banyak terjadi, terutama di Indonesia. Terapkan selalu pola makan dan istirahat yang baik agar Si Kecil terhindar dari infeksi. Moms tidak perlu khawatir, bila memang ada gejala serius segera konsultasikan kondisi anak pada dokter.

BIOGESICPereda NyeriKeluarga

BIOGESIC
Pereda Nyeri
Keluarga