Moms Mengalami Burnout Saat WFH? Ini Tips Mengatasinya!

Website Biogesic Indonesia
Moms Mengalami Burnout Saat WFH? Ini Tips Mengatasinya!
11 July 2022
Moms Mengalami Burnout Saat WFH? Ini Tips Mengatasinya!

Awal mula kerja di rumah terkesan menyenangkan dan bebas, tapi sekarang justru bisa mengundang stres dan rasa jenuh. Bagi yang sudah menikah dan punya anak, tantangan bertambah karena harus membagi waktu kerja dengan mengurus rumah tangga. Risiko burnout saat WFH akan lebih mudah terjadi daripada biasanya.

 

Secara umum, burnout merupakan kondisi stres kerja berkepanjangan yang ditandai dengan lelah secara fisik dan emosional. Beberapa tanda Moms mengalami burnout saat WFH antara lain susah tidur, sakit kepala, lemas, kehilangan motivasi kerja, merasa kesepian, merasa sangat jenuh. Sebenarnya merupakan hal yang wajar jika Moms mulai merasakan kecemasan, tapi perlu segera diringankan agar Moms tidak terjebak dalam kegelapan burnout.

 

Mengenakan pakaian kantor saat bekerja

Meski tampak sepele atau sederhana, tapi mengenakan pakaian kantor bisa menjadi tanda Moms menjaga rutinitas fisik yang biasa dijalani ketika bekerja secara normal. Selain itu, bisa menjadi indikator perubahan dari ‘bersantai di rumah’ menjadi ‘bekerja di rumah.’ Selain itu bagi wanita, Moms juga bisa menggunakan make up simpel. Perubahan penampilan semacam ini saat WFH secara tidak langsung menjadi stimulus agar semangat kerja dan menjaga rasa percaya diri.

 

Lebih relaks dan bisa membedakan waktu

Sebuah studi yang dilakukan oleh Siltaloppi dan tim menunjukkan bahwa kesehatan mental saat bekerja bisa didapatkan melalui psychological detachment. Hal ini artinya dengan “melupakan” tanggung jawab pekerjaan untuk sementara di luar jam kerja. Burnout saat WFH bisa muncul saat stres kerja Moms tidak dilepas seharian. Jadi, lupakan tanggung jawab pekerjaan saat sedang beristirahat itu tidak apa-apa!

 

Mengambil jeda istirahat

Di tengah jam kerja dan di antara banyak tugas, Moms tetap perlu mengambil sedikit jeda selama beberapa menit untuk bernapas. Hal ini dapat membuat badan dan pikiran Moms relaks sejenak. Sebaiknya hindari menggunakan jeda ini untuk mengecek email, atau menggunakan media sosial, ya. Kedua hal itu masih bisa memicu stres lain, dan akan membuat Moms merasa makin tertekan. Lakukan peregangan dan kegiatan seperti jalan-jalan kecil sekitar rumah sebelum mulai kerja kembali.

 

Buat goals atau to do list

Mungkin hal ini sudah umum diketahui, adanya daftar hal-hal yang harus dilakukan tiap hari membantu pekerjaan lebih terorganisir. Tidak hanya itu, ada rasa puas saat berhasil menandai beberapa pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam sehari. Sense of achievement ini penting dipelihara agar tidak stres saat kerja di rumah. Tapi perlu diingat juga, buatlah to do list yang tidak muluk-muluk bisa dikerjakan, tidak perlu juga beres di hari itu karena mungkin ada pekerjaan lain yang lebih urgent. Tetap fleksibel agar tidak terbebani ya, Moms.

 

Jaga konsumsi tetap sehat

Hindari konsumsi alkohol dan kafein, karena dapat memicu hormon yang menyebabkan Moms semakin “berenergi” padahal Moms butuh istirahat. Siapkan cemilan seperti buah atau cokelat yang bisa dikonsumsi saat jeda istirahat. Sebisa mungkin atur waktu makan tepat seperti saat di kantor, misalnya di jam makan siang sudahi dulu pekerjaan dan konsumsi makanan sehat terutama mengandung protein agar menambah konsentrasi. Selain itu, Moms juga bisa meredakan sakit kepala dengan bantuan obat dengan kandungan Paracetamol 500mg yang aman dikonsumsi sesuai anjuran dosis.

 

Cara-cara tersebut bisa dilakukan dan membawa manfaat yang baik untuk jangka panjang. Semoga setelah membaca informasi lengkap mengenai burnout saat WFH, Moms bisa mencegahnya, ya!

BIOGESICPereda NyeriKeluarga

BIOGESIC
Pereda Nyeri
Keluarga